Erza Studioerza AI
Kembali ke jurnal
Technology

Lomba Agustusan dan Upaya Kita Merasa Merdeka bagaimana

Lomba Agustusan adalah panggung komedi nasional. Setiap 17 Agustus, orang-orang yang biasanya tampil rapi mendadak berlari dengan karung sampai kehilangan arah. Bapak-bapak jatuh bangun, lalu berdiri sambil menertawakan lutut mereka sendiri.

dodihomeless
20 Agustus 20261 menit baca

Memasuki Agustus, grup WhatsApp RT mendadak ramai. Obrolan tentang panitia 17-an memenuhi layar-jadwal rapat, pembagian tugas, segala sesuatunya. Grup yang sempat sepi kembali menjadi pusat keributan kecil warga. Biasanya orang yang paling apes mendapat jabatan seksi acara. Belum sempat menerima keputusan, ia sudah membuka Google dan mengetik ide lomba Agustusan anti mainstream. Layar kemudian dipenuhi gagasan, sementara kepalanya mulai menghitung repotnya mengatur peserta, alat, dan waktu. Ada rasa malas. Sebal. Ingin pura-pura tidak membaca pesan. Namun, di sela keluhan itu muncul nostalgia, sebab polanya sama dari dulu. Dulu mungkin hanya ikut lomba, sekarang harus mencari ide lomba untuk perayaan 17 Agustus yang tidak terasa terlalu biasa. Yang berubah hanya nama panitia. Tugas dan keluhan tetap menunggu orang yang sama. Akhirnya, kepanikan dan keributan tahunan dianggap bagian dari persiapan. Tetapi apakah kepanikan itu memang cara kita memaknai kemerdekaan

Lanjut membaca